Membahas tentang kemunafikan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kata “munafik” sendiri berakar dari bahasa Arab “nifaq”, yang intinya menampakkan kebaikan di luar tapi menyembunyikan kejahatan di dalam. Perilaku ini ibarat berpura-pura layaknya seorang mukmin, padahal di dalam hatinya bersarang keraguan dan kekafiran. Kemunafikan dalam Islam didefinisikan sebagai ketidaksesuaian total antara pengakuan beriman dengan perbuatan yang nyata. Mengetahui Ciri Orang Munafik dalam Islam menjadi sangat krusial, sebab musuh yang tak terlihat seringkali jauh lebih berbahaya daripada musuh yang terang-terangan menentang.
Ibnu Juraih pernah menggambarkan orang munafik menurut Islam sebagai pribadi yang ucapannya bertolak belakang dengan perbuatannya. Batinnya berbeda jauh dari sikap lahiriahnya, sebagaimana dikutip dalam Tafsir Ibnu Katsir. Ulama besar ini juga mengulas bahwa nifak dalam Islam terbagi ke dalam dua klasifikasi. Pertama adalah nifak akidah, di mana pelakunya mengingkari Allah dan rasul secara batiniah, sebuah dosa yang membawanya ke neraka. Kedua, nifak amal, yang lebih berkaitan dengan perbuatan dosa besar tanpa harus mengingkari akidah secara utuh.
Orang munafik ibarat musuh dalam selimut. Secara fisik mereka mengaku beriman, tetapi batin mereka memendam kebencian luar biasa pada kaum muslimin. Jika orang kafir melawan Islam secara terang-terangan, orang munafik melancarkan serangan secara tersembunyi dari dalam jamaah sendiri. Al-Qur’an tentang kemunafikan dengan tegas menyatakan bahwa mereka akan ditempatkan pada tingkatan neraka paling bawah. Sebagaimana firmannya:
إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ فِي ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمۡ نَصِيرًا
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (QS. An-Nisa’ [4]: 145).
Tanda Utama dan Sifat Orang Munafik Secara Umum
Sebelum menjabarkan ciri-ciri orang munafik secara rinci, ada baiknya kita menengok sabda Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits shahih, dijelaskan setidaknya ada tiga tanda orang munafik yang paling mudah dikenali. Riwayat dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menyebutkan:
عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ آيَةُ الۡمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخۡلَفَ وَإِذَا اؤۡتُمِنَ خَانَ. – رواه البخاري
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tanda-tanda munafik ada tiga; jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari dan jika diberi amanat dia berkhianat.” (H.R. Al-Bukhari No. 33).
Allah membongkar habis-habisan sifat orang munafik di dalam Al-Qur’an. Tidak ada yang tersembunyi, semuanya diterangkan jelas agar kaum muslimin bisa selalu waspada. Berikut adalah sepuluh sifat dan ciri orang munafik menurut Al-Qur’an yang perlu kita cermati.
1. Berupaya Menipu Allah dan Orang Beriman
Orang munafik memiliki pikiran yang sangat unik. Mereka merasa sanggup menipu Allah dan orang-orang beriman. Caranya adalah dengan menampakkan keimanan secara lahiriah semata, sedangkan batin mereka menyimpan kekufuran. Karena kebodohan mereka, mereka menduga taktik licik itu berhasil. Padahal, mereka sebenarnya hanya menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.
يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَمَا يَخۡدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمۡ وَمَا يَشۡعُرُونَ
“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 9).
2. Mengaku Berbuat Baik, Padahal Berbuat Kerusakan
Uniknya, kadang pihak yang bikin kerusakan justru merasa dirinya paling benar. Ketika dinasihati agar tidak membuat kerusakan di muka bumi, mereka dengan PD-nya menjawab bahwa dirinya justru sedang melakukan perbaikan. As-Saddi menukil dari Ibnu Mas’ud bahwa kerusakan di bumi ini merujuk pada perbuatan kekufuran dan maksiat. Tapi si munafik merasa berada di jalan hidayah. Allah membalas pernyataan sombong itu dengan tegas:
أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلۡمُفۡسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشۡعُرُونَ
“Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 12). Hal yang mereka duga sebagai perbaikan justru merupakan sebuah kerusakan fatal.
3. Mengaku Beriman Hanya Ketika Bersama Orang Beriman
Ini adalah contoh perilaku munafik yang sangat klasik. Saat berjumpa dengan orang beriman, mulut mereka bersuara manis mengaku telah beriman. Tetapi saat kembali kepada pembesar mereka—yang disebut oleh As-Saddi sebagai setan-setan manusia dari kalangan pendeta Yahudi atau pemimpin musyrik—sikap mereka berubah total. Mereka mengaku sependirian dengan kaum kafir dan menyatakan bahwa ejekan mereka terhadap kaum mukmin hanyalah lelucon. Allah membalas olok-olokan ini dengan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan yang membuta.
4. Ucapan Sangat Indah untuk Menipu Manusia
Coba perhatikan orang-orang yang bicaranya merdu sekali. Terkadang ucapannya tentang kehidupan dunia begitu menarik hati, sampai-sampai ia bersumpah atas nama Allah demi meyakinkan orang lain. Padahal, ia adalah penantang yang paling keras. Jika sudah berpaling, ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan. Qatadah, Mujahid, dan Rabi’ bin Anas sepakat bahwa ayat 204 Al-Baqarah ini mengecam perilaku orang munafik. Mereka menampakkan keislaman di mata manusia, sementara Allah tahu persis kemunafikan yang dipendam. Saat dinasihatinya untuk bertakwa, mereka malah tersinggung dan bertambah sombong.
5. Bersedah Saat Mukmin Mendapat Kebaikan, Bergembira Saat Tertimpa Musibah
Iri hati itu memang penyakit. Orang munafik akan merasa sesak dada saat melihat kaum muslimin mendapat kemenangan atau kemakmuran. Sebaliknya, jika umat Islam tertimpa paceklik atau kekalahan seperti yang terjadi dalam Perang Uhud, mereka justru bersuka cita. Permusuhan yang membara inilah yang membuat dosa kemunafikan begitu besar. Allah memberikan resep jitu untuk menangkal tipu daya mereka: bersabar dan bertakwa.
6. Menolak Hukum Allah
Di tengah pembahasan ini, kita menemukan salah satu Ciri Orang Munafik dalam Islam yang cukup mencolok, yakni sikap penolakan terhadap hukum Allah. Saat diajak tunduk pada syariat yang diturunkan Allah dan hukum Rasul, orang munafik akan menghalanginya dengan sekuat tenaga. Mereka lebih memilih aturan buatan sendiri yang menyimpang dari kebenaran. Tanda kemunafikan dalam Islam ini menunjukkan betapa kuatnya rasa benci mereka pada kebenaran Ilahi.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ تَعَالَوۡاْ إِلَىٰ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ وَإِلَى ٱلرَّسُولِ رَأَيۡتَ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُودٗا
“Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang telah Allah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS. An-Nisa’ [4]: 61).
7. Shalat dengan Penuh Kemalasan dan Riya’
Shalat itu tiang agama, tapi bagi orang munafik, hal itu terasa seperti beban. Munafik menurut Al-Qur’an digambarkan berdiri untuk shalat dengan rasa malas. Mereka tidak memahami makna shalat seutuhnya dan tidak ada keikhlasan. Amal ini dibuat-buat semata agar disaksikan manusia (riya’). Saat shalat yang tidak banyak dilihat orang, seperti Isya di hari gelap atau Subuh di pagi buta, mereka kerap meninggalkannya. Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim, shalat Isya dan Subuh itu teramat berat bagi orang munafik. Seandainya mereka tahu keutamaannya, pasti mereka akan datang walau harus merangkak.
8. Menyuruh Munkar dan Melarang Ma’ruf
Sifat munafik dalam Islam selalu bertolak belakang dengan orang mukmin. Orang beriman senantiasa menyuruh kebaikan dan mencegah kemungkaran. Orang munafik kebalikannya. Mereka justru memerintahkan kemungkaran dan melarang kebaikan. Di samping itu, mereka juga pelit, tidak mau menggenggam tangannya untuk berinfak di jalan Allah. Karena mereka melupakan Allah, Allah pun melupakan mereka. Sungguh sebuah kerugian besar.
9. Selalu Mencela Orang yang Beramal Saleh
Tidak ada yang luput dari cibiran mereka. perilaku orang munafik ini sungguh meresahkan. Jika ada mukmin bersedekah dengan jumlah besar, orang munafik akan berkata ia hanya pamer. Kalau bersedekah sedikit, mereka mengejek dengan berkata Allah tak butuh sedekah secuil itu. Ayat tentang orang munafik dalam Surat At-Taubah ayat 79 menegaskan azab pedih menanti para pencela ini.
10. Mendekati Musuh Islam demi Perlindungan
Sikap pengecut sering kali menyertai kemunafikan. Mereka terburu-buru mendekati musuh Islam, seperti kalangan Yahudi atau Nasrani, dengan dalih takut akan mendapat bencana atau kekalahan. Ini adalah strategi licik. Mereka berpikir jika orang kafir menang, dirinya akan aman karena sudah berteman akrab dengan pihak musuh. Ibnu Katsir menjelaskan sikap ini sebagai bentuk ketakutan akan perubahan kekuasaan. Sungguh perhitungan yang sangat keliru.
Penyebab Utama Munculnya Penyakit Munafik
Menyadari betapa bahayanya sifat ini, penting bagi kita untuk membedah apa pemicunya. Penyakit ini tidak datang tiba-tiba, melainkan menumpuk dari penyakit-penyakit hati lain yang diabaikan.
Dengki dan Iri Hati
Orang yang dengki tidak suka melihat orang lain mendapat kebaikan. Mereka ingin nikmat itu berpindah kepadanya, dan merasa senang saat orang lain tertimpa musibah. Penyakit ini berakar pada iri hati yang tak terkontrol.
Sifat Khianat
Khianat memang sudah jadi ciri khas. Sifat ini lahir dari kelalaian dalam menjaga amanah. Seolah-olah bisa dipercaya, padahal mereka siap menusuk dari belakang. Klasifikasi jenis-jenis nifak memasukkan sifat ini sebagai indikator kuat kerusakan moral.
Riya’ atau Pamer
Beramal bukan karena Allah, melainkan demi pujian manusia. Ini adalah penyakit laten yang sering tak disadari oleh pelakunya sendiri.
Takabur (Sombong)
Sombong adalah warisan Iblis. Orang takabur merasa lebih mulia, menolak nasihat, dan merendahkan orang lain. Rasulullah bersabda dalam riwayat Muslim, kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.
Dengki, khianat, riya’, dan takabur adalah segumpal penyakit dalam dada. Jika dibiarkan, akan membusukkan hati seutuhnya. Rasulullah menegaskan dalam hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim, bahwa dalam tubuh ada segumpal daging; jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh, jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.
Cara Menghindari Sifat Munafik dalam Kehidupan
Penyakit hati harus segera diobati sebelum parah. Jika merasakan gejala di atas, jangan tunda untuk mencari obatnya. Al-Qur’an adalah penyembuh bagi penyakit yang bersarang di dada, sebagaimana termaktub dalam Surat Yunus ayat 57. Menjaga keikhlasan dan konsistensi antara ucapan, tindakan, dan isi hati adalah kunci utamanya. Dengan membaca dan mentadabburi Al-Qur’an, berkomitmen pada majelis ilmu, serta bergaul di lingkungan saleh, insaya Allah kita bisa membersihkan hati dari bakteri-bakteri beracun ini. Semoga dengan memahami setiap Ciri Orang Munafik dalam Islam ini, kita bisa terus berswar-introspeksi agar tidak terjebak dalam tipu daya dunia yang fana. Wallahu a’lam bish-shawab.





Komentar
Bagikan pendapat atau tanggapan Anda tentang artikel ini.